About Us
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipi Suspendisse ultrices hendrerit nunc vitae vel a sodales. Ac lectus vel risus suscipit venenatis. Morbi dignissim mi non dui phaedrum ullamcorper.

Hirtenstraße 19, 10178 Berlin, Germany

+49 30 24041420

ouroffice@any.com

Follow Us

11 Rules Principle Of Design (Prinsip Desain)

Setiap Designer perlu memiliki suatu perancangan atau cara berpikir bagaimana membuat orang memiliki reaksi terhadap karya yang akan dibuat. Prinsip Desain adalah jalan bagaimana Designer menggunakan  element seni (titik, garis, warna, bidang, dan tekstur) untuk membuat komposisi yang baik.

1. Komposisi : adalah elemen yang umum didalam desain dimana mengatur secara satu persatu bagian dari keseluruhan didalam karya. element seni yang diatur memiliki suatu susunan baik simetris maupun asimetris didalam penggabungannya. yang bertujuan mengarahkan mata kepada pusat atau fokus dari yang desainer inginkan.

 

 

 
2. Balance : Prinsip perancangan ini mengacu pada pemerataan visual elemen dalam sebuah karya desain. Balance menggambarkan bagaimana desainer menciptakan titik berat dari visual. Seorang desainer merancang unsur garis, bentuk, dan warna ketika membuat keseimbangan didalam karyanya. Ada tiga cara untuk menyeimbangkan titik berat visual dalam desain:
1) Balance Symmetry, juga disebut formal, adalah saat keduanya sisi garis imajiner adalah sama.
2) Balance Asymmetry, juga disebut informal, adalah ketika setiap sisi garis imajiner berbeda, tapi sama.
3) Balance Radial, berarti semua element desain memiliki titik berat dari pusat bidang visual.
 
3. Contrast : merupakan perbandingan dua hal yang sangat berbeda menghasilkan contrast. Misalnya hitam dan putih adalah contrast terbesar. Contrast membantu menciptakan minat pada karya. Bila designer menginginkan sesuatu untuk lebih nampak jelas, dia menggunakan contrast.
4. Emphasis : Prinsip desain yang berkaitan dengan dominasi; pengembangan dari ide utama atau pusat dari daya tarik karya (atau juga bisa disebut focal point).
 
5. Variety : dicapai saat elemen seni digabungkan dengan berbagai cara untuk meningkatkan daya tarik visual. (Misalnya, Beragam bentuk yang memiliki berbagai ukuran yang menarik perhatian dari beragam bentuk dan ukuran yang sama). Bagaimana jika setiap element desain  persis sama? Desain akan sangat membosankan jika kita tidak menambahkan prinsip Variety! Variety adalah ketika ada perbedaan elemen satu ke lainnya. .

 

 

6. Unity / Harmony: Prinsip ini mengacu pada kualitas visual keutuhan atau kesatuan yang dicapai melalui penggunaan unsur – unsur seni secara efektif dan prinsip desain. Unity memberikan hasil dalam karya mencangkup satu kesatuan. Designer mencoba mencapai kesatuan dalam karya desain mereka dengan menggunakan elemen terkait seperti warna, garis dan bentuk berulang, serta tema.

7. Proportion: hubungan dalam ukuran dari setiap komponen didalam kerja seni, antara satu dengan yang lainnya. Proporsi menggambarkan ukuran, tata letak, atau kapasitas dari setiap objeknya.


8. Rhytm: Rhytm Mengulang elemen seni untuk membuat pola menciptakan pengulangan visual. Bila Anda berpikir tentang rhtym, mungkin yang Anda pikirkan adalah tarian dan musik, seperti beat drum. Bagi seorang desainer, rhytm menunjukkan gerakan dari pengulangan elemen tertentu seperti warna atau garis yang berulang-ulang.

 

 

 

9. Movement: Movement adalah prinsip desain yang digunakan kepada element seni untuk membuat supaya terlihat ada aksi yang membuat mata penonton melihat ada pergerakan.

 

10. Pattern: pengulangan dari element dari seni (bentuk, garis, atau warna) untuk mencapai hasil dekorasi ataupun ornament yang ingin dicapai.

 

11. Repetition: Jalan untuk menggabungkan elemen seni secara berulang – ulang untuk mendapatkan keseimbangan dan harmonis.

 

Dengan menggunakan prinsip desain ini kita bisa mencapai hasil komposisi yang baik dan berkenan dapat dinikmati oleh orang lain.


Ohel Studio
Desain Jakarta
Design Jakarta
Jasa Branding Logo
Animasi Jakarta, Animation Jakarta

No Comments

Post a Comment

one + thirteen =